Berakal atau Gila

Harun Ar Rasyid mengutus menterinya yang bernama Tsumamah agar meninjau rumah sakit jiwa untuk melihat keadaan mereka.
Tsumamah melihat di antara mereka ada seorang pemuda tampan seperti seorang yang waras. Pemuda itu mendahului bertanya kepada menteri, “saya ingin mengajukan satu pertanyaan.”
Menteri menjawab “silahkan bertanya.” pemuda itu bertanya, ”kapan seorang yang tidur menikmati tidurnya?” menteri menjawab, ”ketika dia bangun tidur.”
Pemuda itu berkata, “bagaimana dia dapat menikmati tidur sesudah bangun?” menteri menjawab, “ya kelezatan tidur sebelum dia tidur.” Pemuda itu bertanya lagi, “bagaimana dapat menikmati kelezatan tidur sedangkan dia belum tidur?”
Menteri menjawab lagi, ”kelezatan dan kenikmatan tidur saat dia tidur.” pemuda itu lantas berkata, ”orang yang sedang tidur tidak merasakan sesuatu. Bagaimana bisa orang yang tidak sadar bisa merasakan sesuatu?” menteri bengong, tidak bisa menjawab. Dia pergi dan bersumpah sama sekali tidak akan berdebat lagi dengan orang gila.
Dari kisah ini kita dapat mengetahui bahwa kita dapat mengambil ilmu dan hikmah dari mana saja, termasuk dari seorang gila. Sangat menarik karena mereka memikirkan apa yang tidak pernah terpikirkan oleh orang waras.
Share on Google Plus

About Fikri

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Sundul gan! Ane ga kenal yang namanya spam...