Ekonomi global belum menemukan kakinya, dengan memperlambat pemulihan AS dan ketidakseimbangan dalam zona euro memburuk, seorang bankir pusat Cina mengatakan dalam komentar yang dipublikasikan pada hari Jumat.
Dalam sambutan yang luar biasa jujur, Li Dongrong, seorang asisten Gubernur People's Bank of China, juga memperingatkan bahwa kelanjutan kebijakan ultra-longgar di negara-negara kaya mungkin melepaskan banjir arus masuk modal ke negara berkembang.
Dengan latar belakang sebuah pemulihan global yang rapuh, dia mengatakan bahwa Cina tidak bisa goyah dari rencana jangka panjang untuk meningkatkan kekuatan internasional yuan.
Dia menawarkan penilaian yang murung dari keadaan ekonomi global dalam pidato yang dipublikasikan di situs bank sentral (www.pbc.gov.cn).
"Dan dasar-dasar pemulihan masih tidak solid," kata Li pada pertemuan dengan anggota Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) awal pekan ini di Cina selatan.
"Baru-baru ini, pemulihan ekonomi AS telah melambat dan dampak kebijakan stimulus pemerintah telah jelas," katanya.
Meskipun Eropa khawatir utang sudah agak mereda, masih ada solusi mendasar, katanya, menambahkan bahwa ketidakseimbangan di zona euro itu menjadi lebih parah seperti Jerman bertenaga depan sementara negara-negara di Eropa selatan berjuang.
pertumbuhan ekonomi Jepang juga goyah, katanya.
"Ketika yen baru-baru ini menghadapi tekanan apresiasi berat, bank sentral Jepang tidak punya pilihan selain menggunakan 2 triliun yen ($ 24600000000) untuk campur nilai tukar," kata dia dalam versi pertama pidato dipublikasikan di website.
Versi baru tidak mengandung referensi untuk intervensi Jepang pada 15 September.
kebijakan moneter Sangat longgar di Amerika Serikat dan Jepang yang menyajikan sebuah tantangan tajam untuk negara-negara berkembang yang tumbuh cepat, katanya.
"Pasar Emerging bersama-sama akan menghadapi arus masuk modal cukup besar serta apresiasi mata uang dan tekanan inflasi," katanya.
YUAN KELANGSUNGAN GLOBAL
Beijing mendukung penggunaan lebih swap mata uang bilateral untuk memfasilitasi perluasan peran yuan, Li mengatakan.
"Kami akan terus untuk menandatangani perjanjian swap mata uang dengan negara-negara yang relevan sesuai dengan tuntutan untuk mendukung penggunaan yuan dalam perdagangan lintas batas dan investasi langsung," katanya.
Sejak krisis keuangan global pada akhir 2008, Cina telah meluncurkan aliran inisiatif kebijakan di sepanjang jalan membuat mata uang yuan yang diterima secara internasional untuk penyelesaian perdagangan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar.
- Blogger Comment
- Facebook Comment
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar:
Posting Komentar
Sundul gan! Ane ga kenal yang namanya spam...