Allah Maha Mendengar

Hari pertama matrikulasi, well, gw seneng banget. Berada di kampus bersama teman-teman baru itu hal yang paling melelahkan sekaligus menyenangkan di kota domisili baru gw ini. Beberapa hari matrikulasi gw jalani sambil shaum, bayar nazar yang tersisa dari waktu yang ada semenjak pengumuman SNMPTN.
Di kota domisili baru gw ini, menurut gw shaum lebih dari sekadar ibadah. Dengan shaum, hidup menjadi lebih ringan. You know why? Karena sebagai pendatang yang hidup pas-pasan, gw gak harus ribet mikirin makan. Hemat duit broooh… Salah satunya ini, konsumsi nasi kotak matrikulasi hari pertama bisa gw bawa pulang buat makan malem, jadi gak perlu ke warung Tegal.
Datanglah waktu malam, dan saatnya makan. Gw gak berniat jelek, tapi emang gw yang agak kritis ini harus mengeritik si tukang masak, tapi enak kok masakannya!
Gw: ”Eum, ini yang masak pasti orang Jawa..”
Temensekosan: “manis ya?”
Gw: “Iya, sambel aja manis, dikit lagi.. Eum, ini masak ayamnya pasti buru-buru.”
Temensekosan: “Ga ada rasanya ya?”
Gw: “Iya, kalo hambar tuh berati masaknya buru-buru”
Temensekosan: “Iya, ayam Reka juga dulu sama kaya itu, hambar juga. Tapi iyalah buru-buru, untuk ratusan anak harus dimasak cepet.”
Gw: “Berati juru masaknya atau peralatannya kurang.”
Hati gw terus bergejolak, “ya Allah, susah banget sih idup di sini #lebaymodeon”.
Datanglah hari ke-2. Sesuatu yang mengejutkan, nasi kotaknya kan gw bawa pulang dan gak gw liat-liat isinya apa. Nyampe kosan pas dibuka, menunya sama persis sama hari pertama, namun ada beberapa perbedaan.
11.       Volume sambelnya banyak, buwanget. Then, pedes abis.
22.       Ayamnya asin, 180 drajat dari ayam di hari sebelumnya, padahal bumbunya sama.
Dan gw seneng banget, gw makan dengan penuh merasakan keajaiban illahi (ceilah), Allah bener-bener mendengar jeritan hati gw di hari sebelumnya.

Nah, hikmahnya, ingatlah Allah selalu. Kala kita mengeluh, gak papa, mengeluh aja, tapi adukan kepada Allah. “Ya Allah, kenapa nilaiku jelek banget,” misalnya. Itu gak sontak menjadikan kamu tidak bersyukur, tapi kamu berniat untuk mengadukan segalanya kepada Allah. Nah, nanti pas belajar inget terus tuh, “ya Allah, semoga dengan belajar ini nilaiku melejit.” Yang penting inget, inget Allah terus, nanti insya Allah nilai kita melejit beneran.
Share on Google Plus

About Fikri

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Sundul gan! Ane ga kenal yang namanya spam...