Kepala Polri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengatakan, jumlah suspek keganasan di Nanggroe Aceh Darussalam yang kini diamankan Polis telah mencapai 21 orang.
Namun, Kapolri enggan merinci peranan dan lokasi penangkapan ke-21 tersangka ini. Berkaitan pembekal senjata api kepada rangkaian pengganas di Aceh, Kapolri mengatakan saat ini pihaknya tengah menindaklanjutinya.
"Bekalan senjata apinya dalam proses penyidikan, tersangkanya sudah tertangkap. Nanti lengkap kita kasih tahu," ujarnya kepada para wartawan, Jumat (8/3/2010) di depan Istana Negara, Jakarta.
Ditegaskan Kapolri, tidak ada penglibatan negara asing, seperti Malaysia, dalam aksi keganasan yang telah mengorbankan lima anggota Polri tersebut. Kapolri juga menepis bahawa senjata api yang digunakan kumpulan tersebut dipasok dari Mindanao, Filipina.
Berkaitan munculnya halaman Al-Qaeda, Kapolri mengatakan, "Nanti semuanya kita jelaskan pada saatnya. Siapa ini nanti, rangkaian kegiatan ini bukan hanya di satu tempat, nanti semua lengkap kita berikan. Jadi tolong bantu."
Sementara itu, Sabtu pagi tadi, Kapolri mengatakan, hingga saat ini Polis telah menangkap 19 orang yang dipercayai ahli pengganas yang mana tiga di antaranya tewas. Empat belas orang di antaranya ditangkap saat penyergapan di Lamkabeu, dan dua orang lainnya, yang dipercayai pembekal senjata api, ditangkap di Jakarta dan Jawa Barat.
- Blogger Comment
- Facebook Comment
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar:
Posting Komentar
Sundul gan! Ane ga kenal yang namanya spam...