Cinta adalah sebentuk nikmat agung yang Allah kurniakan kepada manusia. Dengan anugerah cinta itulah manusia jadi lebih bermakna. Dengan anugerah cinta pula, setiap rintangan untuk bertemu sang kekasih akan dihadapi dengan lapang dada, bahkan senyuman yang mengembang.
Cinta itu tidak statik, cinta itu dinamis, penuh vitalitas dan energi yang mampu membangkitkan kekuatan-kekuatan tersembunyi dalam diri hingga akhirnya dahaga cinta itu terpuaskan.
Sekali lagi, cinta menimbulkan serangkaian konsekuensi. Ketika seseorang telah menyatakan cinta dan komited dengan cinta, maka segala tingkah lakunya akan berjalan di jalur cinta tersebut. Bukankah seorang pecinta akan berusaha untuk menghadirkan kesamaan dengan yang dicintainya, sehingga yang dicintai itu menjadi redha kepada-Nya?
Lalu apakah cinta itu? Imam Ibn Qayyim Al-Jauziyyah mengatakan, "Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri. Membatasinya hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Oleh itu, batasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri ". Walau demikian, sesuatu yang sulit dimaknai bukan berarti tidak bisa dimaknai.
Diantara makna cinta adalah kecenderungan hati untuk lebih mengutamakan yang dicintai daripada diri dan harta sendiri.
Sedangkan dari sudut pandang Erich Fromm, seorang psikolog kenamaan berkebangsaan Jerman. Dalam bukunya The Art of Love, ia menyebutkan empat unsur yang hadir dalam cinta, iaitu:
1. Care (Perhatian)
Cinta harus melahirkan perhatian pada objek yang dicintai.
Ketika kita mencintai seseorang, maka kita akan memperhatikan kesulitan yang dihadapinya, akan berusaha meringankan bebannya, dan memberikan perhatian yang tinggi atas semua gerak-geriknya.
2. Responsibility (Tanggungjawab)
Cinta harus melahirkan sikap bertanggungjawab terhadap objek yang dicintainya.
Suami yang mencintai isterinya, akan bertanggungjawab terhadap kesejahteraan dan kebahagiaan rumah tangganya. Ia pun akan bertanggung jawab dan mendedikasikan segenap potensi dirinya untuk 'membahagiakan' obyek yang dicintainya.
3. Respect (Hormat)
Cinta harus melahirkan sikap menerima apa adanya objek yang dicintai dan selalu berikhtiyar agar tidak mengecewakannya. Inilah yang disebut respect
4. Knowledge (Pengetahuan)
Cinta harus melahirkan minat untuk memahami seluk-beluk objek yang dicintai.
Ketika kita mencintai seseorang yang akan menjadi teman hidup, kita akan berusaha memahami kepribadian, latar belakang, minat dan high keimanannya.
Empat komponen cinta inilah yang senantiasa terpatri di hati para sahabat. Dan efek yang ditimbulkannya begitu dahsyat.
Sudahkah dari keempat unsur diatas, terdapat dalam diri anda yang tidak lain juga seorang pecinta dalam hidup ini?
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
nice post gan~
BalasHapuswah, makasih banyak ya
BalasHapus