Kulihat Islam di Luar Negeri

Tentang Park Chung-hee yang telah mengantarkan korsel menjadi negara kelas satu mengingatkan saya pada sebuah artikel di sebuah koran sekitar awal 1990-an yang berjudul, kalau saya tidak salah, "Kulihat Islam di Amerika".

Penulis artikel tersebut menceritakan kekagumannya melihat kehidupan Amerika saat dia bermukim di sana. Bagaimana maju dan tertibnya kota-kota di Amerika, bagaimana amannya jalan-jalan seorang diri di Amerika, bagaimana kagumnya dia ketika barang yang hilang bisa kembali lagi. Tentu saja pada saat itu bukan Bush yang menjadi presidennya. Si penulis benar-benar melihat nilai-nilai akhlak induk Islam di sana.

Artikel lain yang ditulis tahun 1993 menceritakan kekaguman penulisnya melihat perkembangan yang cukup spektakuler di RRC. Hanya dalam waktu dua tahun saja RRC bisa membuat gebrakan-gebrakan yang sangat menakjubkan. Dimulai dari pabrik-pabrik yang memproduksi barang buatan sendiri, pengelolaan pendidikan sampai persiapan China yang pada saat itu telah diperhitungkan menjadi tuan rumah Olympiade tahun 2000.

Jepang tidak kalah dahsyatnya. Negara yang miskin sumber daya alam ini setelah porak poranda dijatuhi bom atom pada saat perang dunia ke-2 oleh Amerika telah berhasil menjadi negara yang mampu menjatuhkan "bom atom ekonomi"yang lebih dahsyat dari bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika. Bayangkan, gara-gara "bom" Jepang, 250 ribu buruh pabrik mobil di Boston dan Detroit terpaksa harus menganggur karena mobil produk Amerika kalah bersaing dengan produk Jepang, sedangkan jumlah korban jiwa bom atom di Hiroshima dan Nagasaki "hanya" menelan korban 125 ribu, itu sudah termasuk korban anak-anak dan para wanita.

Masih banyak lagi contoh negara berpenduduk mayoritas non muslim yang telah berhasil mengatasi kekurangan dan permasalahan negaranya yang kemudian menjadi negara maju. Sebenarnya apa rahasia negara-negara maju di atas dalam membangun negaranya? Kembali ketulisannya Mas Zaim, inti rahasianya adalah karena rakyat mereka telah berhasil memilih pemimpin yang tepat, yaitu pemimpin yang memiliki sifat-sifat seperti tuntunan Allah, yaitu siddiq, amanah dan fatonah. Lihatlah Korsel yang memiliki pemimpin yang sederhana, berani menumpas para koruptor dan tentu saja cerdas dalam me-manage negara dan dalam memilih para menterinya juga amanah terhadap kepercayaan rakyatnya. Demikian halnya RRC yang mempunyai pemimpin yang berkomitmen memajukan dan memakmurkan negaranya, didukung oleh rakyatnya yang memiliki etos kerja yang kuat. Demikian pula halnya dengan Jepang.

Tentu saja pemimpin yang baik juga harus ditopang oleh system yang tidak memberi peluang orang untuk menjalankan penyimpangan dan penyalahgunaan kekuasaan, dengan kata lain penegakan hukum harus berjalan. Semua itu ternyata terdapat di negara-negara yang penduduknya mayoritas non muslim. Apakah mereka menerapkan Islam di sana? Tentu saja menurut penulis “Kulihat Islam di Amerika” jawabannya adalah “ya”, mengapa demikian, padahal mereka bukanlah negara Islam? Hal itu terjadi karena mereka memakai nilai-nilai akhlak induk Islam yang tertera dalam Al Quran dan Hadist seperti prinsip-prinsip keadilan, keberanian, kerja keras, kesederhanaan dan disiplin. Semua itu terdapat dalam Islam, hanya tentu saja mereka tidak akan memahaminya. Islam adalah ajaran yang universal, terbukti bila memakai prinsip-prinsip Islam maka makmurlah hidup manusia di dunia ini.

Bagaimana dengan Indonesia? Mengapa negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia ini tidak mampu sejajar dengan negara-negara di atas? Apakah rakyat kita sudah mampu memilih pemimpin yang berkomitmen memakmurkan negara dan memiliki kesederhanaan seperti pemimpin negara-negara di atas? Atau apakah keegoisan dan ketidakfair-an kita memandang sesuatu akan tetap mengantarkan negara ini pada keterpurukan yang tidak berkesudahan? Mari kita tunggu jawabannya, setelah itu mari kita nikmati bersama-sama hasilnya, apakah kemajuan atau kelanggengan keterpurukan yang akan kita dapati di masa mendatang.
Share on Google Plus

About Fikri

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Sundul gan! Ane ga kenal yang namanya spam...