Jika MUI, Muhammadiyah, dan Polwiltabes Surabaya menunjukkan penolakan atas digelarnya Antarabangsa Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender and Intersex Association (ILGA) ke-4 peringkat Asia, sebaliknya Komnas HAM justru menyokong persidangan tersebut.
"Persidangan ini harus tetap dilakukan, kerana kelompok marginal yang rentan terhadap diskriminasi ini harus tetap mendapatkan perlindungan dan hak-haknya," ujar Ketua Komnas HAM ifdal Kasim saat dikonfirmasi, Jumat (24/3/2010).
Beliau juga meminta kerajaan menyokong kegiatan tersebut, kerana mereka juga sebahagian warga negara dari bangsa Indonesia. "Negara perlu memberikan hak-hak mereka serta melindunginya," tegasnya.
Selain itu, ia juga meminta tentang organisasi kemasyarakatan tidak reaktif atas digelarnya persidangan ILGA. "Sampai saat ini memang belum ada undang-undang khusus yang menetapkan hak kaum marginal, seperti gay dan lesbian. Tapi, mereka tetap diberlakukan sebagai warga negara yang juga mempunyai hak hidup yang sama dengan warga negara lain," jelasnya.
Rencananya, persidangan serantau ILGA ke-4 se-Asia ini akan digelar di salah satu hotel di Johor Baharu pada 26-28 Mac. Persidangan juga akan dihadiri 100 peserta yang berasal dari 20 negara Asia.
- Blogger Comment
- Facebook Comment
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar:
Posting Komentar
Sundul gan! Ane ga kenal yang namanya spam...